IFRS (International Financial Reporting Standard) merupakan pedoman penyusunan laporaan keuangan yang diterima secara global. Sejarah terbentuknya pun cukup panjang dari terbentuknya IASC/ IAFC, IASB, hingga menjadi IFRS seperti sekarang ini. Jika sebuah negara menggunakan IFRS, berarti negara tersebut telah mengadopsi sistem pelaporan keuangan yang berlaku secara global sehingga memungkinkan pasar dunia mengerti tentang laporan keuangan perusahaan di negara tersebut berasal.
Indonesia pun akan mengadopsi IFRS secara penuh pada 2012 nanti, seperti yang dilansir IAI pada peringatan HUT nya yang ke – 51. Dengan mengadopsi penuh IFRS, laporan keuangan yang dibuat berdasarkan PSAK tidak memerlukan rekonsiliasi signifikan dengan laporan keuangan berdasarkan IFRS. Adopsi penuh IFRS diharapkan memberikan manfaat :
1. memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan menggunakan SAK yang dikenal
secara internasional
2. meningkatkan arus investasi global
3. menurunkan biaya modal melalui pasar modal global
dan menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan
Strategi adopsi yang dilakukan untuk konvergensi ada dua macam, yaitu big bang strategy dan gradual strategy. Big bang strategy mengadopsi penuh IFRS sekaligus, tanpa melalui tahapan – tahapan tertentu. Strategi ini digunakan oleh negara – negara maju. Sedangkan pada gradual strategy, adopsi IFRS dilakukan secara bertahap. Strategi ini digunakan oleh negara – negara berkembang seperti Indonesia.
Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 30 September 2010
IFRS (INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARD)
Setelah mendengar kabar dari teman-teman bahwa Indonesia, IAI khususnya akan merubah kiblat standar akuntansi Indonesia dari GAAP ke IFRS. Berdasarkan hal itu saya coba untuk mencari informasi lebih lanjut di www.kaskus.us, berikut ini informasi yang saya dapatkan.
Seperti kita ketahui, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menargetkan bahwa Indonesia akan mengadopsi secara penuh International Financial Reporting Standard (IFRS) yang merupakan standar pelaporan akuntansi yang dipakai banyak negara di dunia (kecuali Amerika Serikat yang punya US-GAAP).
Saat ini, IFRS sendiri juga sedang mengalami perubahan signifikan terkait dengan fair value measurement yang mengaplikasikan prinsip "subtance over form" dan mengagungkan nilai relevansi, dan mulai meninggalkan sifat keandalan.
Ada beberapa keuntungan dan keterbatasan apabila Indonesia menerapkan IFRS secara penuh, yaitu:
Keuntungan:
* IFRS telah menjadi standar acuan bagi banyak negara di dunia, sehingga laporan keuangan perusahaan di Indonesia dan negara lain menjadi semakin dapat diperbandingkan karena menggunakan standar yang sama, yaitu IFRS
Seperti kita ketahui, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) menargetkan bahwa Indonesia akan mengadopsi secara penuh International Financial Reporting Standard (IFRS) yang merupakan standar pelaporan akuntansi yang dipakai banyak negara di dunia (kecuali Amerika Serikat yang punya US-GAAP).
Saat ini, IFRS sendiri juga sedang mengalami perubahan signifikan terkait dengan fair value measurement yang mengaplikasikan prinsip "subtance over form" dan mengagungkan nilai relevansi, dan mulai meninggalkan sifat keandalan.
Ada beberapa keuntungan dan keterbatasan apabila Indonesia menerapkan IFRS secara penuh, yaitu:
Keuntungan:
* IFRS telah menjadi standar acuan bagi banyak negara di dunia, sehingga laporan keuangan perusahaan di Indonesia dan negara lain menjadi semakin dapat diperbandingkan karena menggunakan standar yang sama, yaitu IFRS
Kamis, 08 Juli 2010
JENIS-JENIS AUDIT KEUANGAN
Dalam bagian ini akan dijelaskan jenis-jenis audit yang akan dilaksanakan oleh auditor sektor publik. Dalam setiap audit, perlu dimulai dengan penetapan tujuan untuk menentukan jenis audit yang dilaksanakan serta standar audit yang harus diikuti oleh auditor. Berdasarkan tujuannya Audit sektor publik dibagi menjadi tiga jenis yaitu:
- Audit Keuangan
Writed by:
Unknown
on:
15.30
Senin, 14 Juni 2010
Tinjauan Umum Persekutuan
Pengertian Persekutuan dan Unsur Pokok Persekutuan
- Pengertian Persekutuan
Unsur Pokok Persekutuan yaitu :- Gabungan atau asosiasi para sekutu.
- Pemilikan dan pengelolaan bersama.
Writed by:
Unknown
on:
21.36
Sabtu, 12 Juni 2010
Penggabungan Usaha dan Akuisisi
Penggabungan Usaha
Pengertian Penggabungan Usaha
Dunia usaha semakin lama semakin berkembang dan persaingan dalam jenis produk, mutu produk, maupun pemasarannya semakin ramai dan ketat sehingga seringkali timbul persaingan yang tidak sehat dan saling mengalahkan.
Untuk mengatasi adanya saling merugikan antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain, perlu kiranya diadakan suatu bentuk kerja sama yang saling menguntungkan. Salah satu bentuk kerjasama yang dapat ditempuh adalah dengan melalui penggabungan usaha antara dua atau lebih perusahaan dengan perusahaan yang lain baik yang sejenis maupun yang tidak sejenis.
Berdasarkan pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) No. 22 paragraf 08 tahun 1999 :
”Penggabungan usaha (business combination) adalah pernyataan dua atau lebih perusahaan yang terpisah menjadi satu entitas ekonomi karena satu perusahaan menyatu dengan (uniting wiith) perusahaan lain atau memperoleh kendali (control) atas aktiva dan operasi perusahaan lain”
Sedangkan menurut Hadori Yunus (1981 : 224), pengertiannya adalah sebagai berikut :
”Penggabungan badan usaha adalah usaha untuk menggabungkan suatu perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain ke dalam satu kesatuan ekonomis.”
Dari definisi di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa penggabungan usaha merupakan usaha pengembangan atau perluasan perusahaan dengan cara menyatukan perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain menjadi satu kesatuan ekonomi.
Pengertian Penggabungan Usaha
Dunia usaha semakin lama semakin berkembang dan persaingan dalam jenis produk, mutu produk, maupun pemasarannya semakin ramai dan ketat sehingga seringkali timbul persaingan yang tidak sehat dan saling mengalahkan.
Untuk mengatasi adanya saling merugikan antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain, perlu kiranya diadakan suatu bentuk kerja sama yang saling menguntungkan. Salah satu bentuk kerjasama yang dapat ditempuh adalah dengan melalui penggabungan usaha antara dua atau lebih perusahaan dengan perusahaan yang lain baik yang sejenis maupun yang tidak sejenis.
Berdasarkan pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) No. 22 paragraf 08 tahun 1999 :
”Penggabungan usaha (business combination) adalah pernyataan dua atau lebih perusahaan yang terpisah menjadi satu entitas ekonomi karena satu perusahaan menyatu dengan (uniting wiith) perusahaan lain atau memperoleh kendali (control) atas aktiva dan operasi perusahaan lain”
Sedangkan menurut Hadori Yunus (1981 : 224), pengertiannya adalah sebagai berikut :
”Penggabungan badan usaha adalah usaha untuk menggabungkan suatu perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain ke dalam satu kesatuan ekonomis.”
Dari definisi di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa penggabungan usaha merupakan usaha pengembangan atau perluasan perusahaan dengan cara menyatukan perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain menjadi satu kesatuan ekonomi.
Writed by:
Unknown
on:
12.54
Harga Transfer
Yang dimaksudkan dengan harga transfer (transfer price) adalah nilai atau harga internal antar divisi dalam suatu perusahaan. Divisi yang menerima dianggap sebagai pembeli dan divisi yang mengirim dianggap sebagai penjual. Dampak dari harga transfer terhadap divisi antara lain :
1. Dampak Terhadap Ukuran Kinerja Divisi.
Harga yang dikenakan untuk barang yang ditransfer mempengaruhi biaya divisi pembeli dan pendapatan divisi penjual. Artinya, laba kedua divisi tersebut sebagaiman juga evaluasi dan kompensasi para manajer mereka, dipengaruhi oleh harga transfer.
2. Dampak terhadap Keuntungan Perusahaan.
Meskipun harga transfer actual tidak mempengaruhi perusahaan sebagai kesatuan, penetapan harga transfer ternyata mampu mempengaruhi tingkat laba yang dihasilkan oleh perusahaan dengan dua cara yaitu jika ia mempengaruhi perilaku divisi dan ia mempengaruhi pajak pengahsilan. Divisi-divisi, yang bertindak secara independent, mungkin menetapkan harga transfer yang memaksimalkan laba devisi tetapi menimbulkan pengaruh sebaliknya bagi laba perusahaan secara keseluruhan.
1. Dampak Terhadap Ukuran Kinerja Divisi.
Harga yang dikenakan untuk barang yang ditransfer mempengaruhi biaya divisi pembeli dan pendapatan divisi penjual. Artinya, laba kedua divisi tersebut sebagaiman juga evaluasi dan kompensasi para manajer mereka, dipengaruhi oleh harga transfer.
2. Dampak terhadap Keuntungan Perusahaan.
Meskipun harga transfer actual tidak mempengaruhi perusahaan sebagai kesatuan, penetapan harga transfer ternyata mampu mempengaruhi tingkat laba yang dihasilkan oleh perusahaan dengan dua cara yaitu jika ia mempengaruhi perilaku divisi dan ia mempengaruhi pajak pengahsilan. Divisi-divisi, yang bertindak secara independent, mungkin menetapkan harga transfer yang memaksimalkan laba devisi tetapi menimbulkan pengaruh sebaliknya bagi laba perusahaan secara keseluruhan.
Writed by:
Unknown
on:
12.41
Label:
AKBI,
Akuntansi,
Akuntansi Biaya,
Materi Perkuliahan,
Pendidikan
Teori Akuntansi, Sebuah Pengertian
Akuntansi yang dipraktikkan dalam suatu wilayah negara merupakan suatu hasil rancangan dan pengembangan untuk mencapai suatu tujuan sosial tertentu. praktik akuntansi tersebut tentu dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, seperti faktor sosial, ekonomi, politis, dsb. dan hal itu menyebabkan praktik akuntansi dalam suatu wilayah negara tertentu bisa tidak sama dengan praktik akuntansi di negara lainnya.
Untuk melaksanakan suatu praktik akuntansi yang baik, tidak cukup hanya mempelajari akuntansi secara praktik saja. Karena dibalik praktik akuntansi terdapat berbagai gagasan, asumsi dasar, konsep, penjelasan, dsb, yang semuanya terangkum dalam teori akuntansi. Teori akuntansi sendiri merupakan suatu pengetahuan yang menjelaskan mengapa praktik akuntansi berjalan seperti yang ada sekarang.
Arti penting teori akuntansiDi dalam praktik akuntansi terdapat beragam permasalahan yang harus dipecahkan. Menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut tidak cukup hanya dengan mengandalkan pengalaman semata, namun untuk mencapai praktik akuntansi yang baik dan sehat, maka dalam menyelesaikan masalah juga diperlukan landasan teori yang sehat dan baik pula.
Teori akuntansi merupakan bagian penting dari praktik akuntansi. pengetahuan terhadap teori akuntansi akan mengimbangi berbagai keterbatasan pengalaman dan kemampuan praktis dalam menyelesaikan masalah. Dengan teori akuntansi orang akan dapat melihat suatu permasalahan dengan perspektif yang lebih luas dan terinci, dan tanpa teori yang melandasinya, praktik akuntansi yang baik dan sehat bisa dipastikan tidak akan tercapai.
Pengantar Teori Akuntansi
Teori akuntansi berisi keseluruhan analisis dan komponennya yang menjadi sumber acuan untuk menjelaskan dan memprediksi gejala atau peristiwa dalam akuntansi.
Seperangkat konsep, definisi dan proposisi yang saling berkaitan secara sistematis yang diajukan untuk menjelaskan dan memprediksi fenomena atau fakta Seperangkat hipotesis yang bersifat deskriptif sebagai hasil penelitian dengan menggunakan metode ilmiah tertentu.
Dengan demikian, status teori akuntansi akan menjadi sains setara dengan pengertian teori dalam astronomi, ekonomika, fisika, biologi dsb. Ia juga dapat didefinisikan sebagai sains yang berdiri sendiri yang menjadi sumber atau induk pengetahuan atau praktik akuntansi.
Teori akuntansi akan merupakan seperangkat hipotesis yang bersifat deskriptif sebagai hasil penelitian dengan menggunakan metode ilmiah tertentu. Istilah ini juga sering dimaksudkan sebagai suatu penalaran logis yang memberikan penjelasan dan alasan tentang perlakuan akuntansi tertentu dan tentang struktur akuntansi yang berlaku dalam suatu wilayah tertentu.
Teori akuntansi membahas proses pemikiran atau penalaran untuk menjelaskan kelayakan prinsip atau praktik akuntansi tertentu yang sudah berjalan atau untuk memberikan landasan konseptual dalam penentuan standar atau praktik yang baru.
Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa teori akuntansi merupakan penalaran logis, gagasan-gagasan mendasar, atau gagasan-gagasan yang berkaitan dan konsisten.
Teori Akuntansi Positif dan Normatif
Sebelum kita membicarakan hubungan antara teori Akuntansi Positif dan dan Teori Akuntansi Normative, ada baik nya jika kita mencoba membedakan sasaran dasar yang dimiliki kedua teori akuntansi tersebut.
Menurus Suwardjono (2002), perbadaan antara Teori Akuntansi Positif dan Akuntansi Normative adalah sebagai berikut:
Menurus Suwardjono (2002), perbadaan antara Teori Akuntansi Positif dan Akuntansi Normative adalah sebagai berikut:
Pembeda | Positif | Normatif |
Bentuk Penyataan | Is | Should |
Nada Pertanyaan | Descriptive | Prespektive |
Bidang Masalah | Facts | Valuesm/ Idealism |
Basis Penyimpulan | Objective/ Empirical | Subjective |
Kriteria Penerimaan Teori | True/False | Good/bad |
Metoda Pengujian | Science | Art |
Writed by:
Unknown
on:
11.55
Label:
Akuntansi,
Materi Perkuliahan,
Pendidikan,
Teori Akuntansi
Jumat, 11 Juni 2010
Kode Etik Akuntan Manajemen
kode Etik merupakan suatu pedoman bagi seseorang dalam menjalankan profesinya secara profesional. Kode etik mengatur seseoran dalam besikap dan berperilaku secara etis didalam suatu organisasi profesi tersebut. Perilaku etis melibatkan pemilihan tindakan-tindakan yang benar dan sesuai serta tepat. Tingkah laku kita mungkin benar atau salah; sesuai atau menyimpang; dan keputusan yang kita buat dapat adil atau berat sebelah. Orang sering berbeda pandangan terhadap arti istilah etis; tatapi tampaknya terdapat suatu prinsip umum yang mendasari semua sistem etika. Prinsip ini diekspresikan oleh keyakinan bahwa setiap anggota kelompok mempunyai tanggung jawab untuk kebaikan anggota lainnya. Keinginan untuk berkorban demi kebaikan kelompoknya merupakan inti dari tindakan yang etis.
Ada sepuluh nilai inti yang diidentifikasi menghasilkan prinsip-prinsip yang melukiskan benar dan salah dalam kerangka umum. Sepuluh nilai tersebut adalah:
1. Kejujuran (honesty)
2. Integritas (integrity)
3. Memegang janji (promise keeping)
4. Kesetiaan (fidelity)
5. Keadilan (fairness)
6. Kepedulian terhadap sesama (caring for others)
7. Penghargaan kepada orang lain (respect for others)
8. Kewarganegaraan yang bertanggung jawab (responsible citizenship)
9. Pencapaian kesempurnaan (pursuit of excellence)
10. Akuntabilitas (accountibility)
IMA (Institute of Management Accountants) mengeluarkan suatu pernyataan yang menguraikan tentang standar perilakuk etis akuntan manajemen. Akuntan manajemen tidak akan melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan standar ini atau mereka tidak akan menerima pelaksanaan tindakan-tindakan tersebut dari orang lain dalam organisasi mereka. Standar tersebut adalah sebagai berikut:
Ada sepuluh nilai inti yang diidentifikasi menghasilkan prinsip-prinsip yang melukiskan benar dan salah dalam kerangka umum. Sepuluh nilai tersebut adalah:
1. Kejujuran (honesty)
2. Integritas (integrity)
3. Memegang janji (promise keeping)
4. Kesetiaan (fidelity)
5. Keadilan (fairness)
6. Kepedulian terhadap sesama (caring for others)
7. Penghargaan kepada orang lain (respect for others)
8. Kewarganegaraan yang bertanggung jawab (responsible citizenship)
9. Pencapaian kesempurnaan (pursuit of excellence)
10. Akuntabilitas (accountibility)
IMA (Institute of Management Accountants) mengeluarkan suatu pernyataan yang menguraikan tentang standar perilakuk etis akuntan manajemen. Akuntan manajemen tidak akan melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan standar ini atau mereka tidak akan menerima pelaksanaan tindakan-tindakan tersebut dari orang lain dalam organisasi mereka. Standar tersebut adalah sebagai berikut:
Writed by:
Unknown
on:
14.53
Perbedaan Akuntansi Keuangan dengan Akuntansi Manejemen
Akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen memiliki perbedaan yang substansial.Secara garis besar perbedaan akuntansi keuangan dengan akuntnsi manajemen meliputi aspek: Pengguna, Waktu, Batasan, Tipe Informasi, Sifat Informasi dan Cakupannya. Untuk lebih jelasnya lihat tabel dibawah ini:
Keterangan | Akuntansi Keuangan | Akuntansi Manajemen |
· Audience | Eksternal | Internal |
· Tujuan | Melaporkan kinerja masa lalu pada pihak eksternal | Memberitahukan pembuatan keputusan internal oleh tenaga kerja dan manajer, umpan balik dan pengendalian kinerja operasi |
· Waktu | Terlambat, historis | Saat ini, orientasi masa yang akan datang |
· Batasan | Regulasi, dikendalikan oleh aturan-aturan standar keuangan | Tidak ada regulasi, sistem dan informasi ditentukan oleh manajemen untuk mempertemukan kebutuhan stratejik dan operasional disini |
· Tipe informasi | Hanya mengukur keuangan | Keuangan dan operasional dan pengukuran fisik proses, teknologi, supplier, pelanggan, dan kompetitor |
· Sifat informasi | Objektif, dapat diaudit, reliabel, konsisten, dan tepat | Lebih subjektif dan dengan pertimbangan, valid, relevan dan akurat |
· Cakupan | Laporan organisasi keseluruhan | Memberitahukan keputusan dan tindakan |
Writed by:
Unknown
on:
14.39
Data dan Informasi dalam Akuntansi Management
Peranan penting informasi Akuntansi Manajemen dalam organisasi
1. Data dan Informasi
a. Data
Manajemen bergulat dengan data-data. Data-data tersebut kemudian diolah untuk menghasilkan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan. Manajemen modern menuntut para manajer berpikir secara rasional. Oleh karena itu, manajemen perlu berhubungan dengan data dalam membuat suatu keputusan.
b. Informasi
Informasi adalah data yang sudah diolah, atau dengan kata lain hasil olahan data yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi ini berbeda dengan berita atau isu. Pemerolehan informasi dapat dari berbagai sumber baik eksternal maupun internal. Kadang perusahaan dalam mengambil keputusan tidak berdasarkan data dan informasi, namun lebih menggunakan intuisi.Pengambilan keputusahan manajemen harus rasional dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah daripada irrasional (dukun, klenik, fengsui, hongsui, naga dina, intuisi, dsb)
c. Syarat Informasi
Menurut Suwardjono, nilai informasi ada tiga yaitu menambah pengetahuan, menambah keyakinan dan mengubah keputusan. Di samping itu, Suwarjono mendefinisikan kualitas informasi sebagai Karakteristik yang melekat pada informasi sehingga informasi bermakna bagi pemakai dan memberi keyakinan kepada pemakai sehingga bermanfaat dalam keputusan. Dengan demikian sesuatu dikatakan sebagai informasi apabila bermakna, memberi keyakinan dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan.
1. Data dan Informasi
a. Data
Manajemen bergulat dengan data-data. Data-data tersebut kemudian diolah untuk menghasilkan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan. Manajemen modern menuntut para manajer berpikir secara rasional. Oleh karena itu, manajemen perlu berhubungan dengan data dalam membuat suatu keputusan.
b. Informasi
Informasi adalah data yang sudah diolah, atau dengan kata lain hasil olahan data yang digunakan untuk pengambilan keputusan. Informasi ini berbeda dengan berita atau isu. Pemerolehan informasi dapat dari berbagai sumber baik eksternal maupun internal. Kadang perusahaan dalam mengambil keputusan tidak berdasarkan data dan informasi, namun lebih menggunakan intuisi.Pengambilan keputusahan manajemen harus rasional dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah daripada irrasional (dukun, klenik, fengsui, hongsui, naga dina, intuisi, dsb)
c. Syarat Informasi
Menurut Suwardjono, nilai informasi ada tiga yaitu menambah pengetahuan, menambah keyakinan dan mengubah keputusan. Di samping itu, Suwarjono mendefinisikan kualitas informasi sebagai Karakteristik yang melekat pada informasi sehingga informasi bermakna bagi pemakai dan memberi keyakinan kepada pemakai sehingga bermanfaat dalam keputusan. Dengan demikian sesuatu dikatakan sebagai informasi apabila bermakna, memberi keyakinan dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan.
Writed by:
Unknown
on:
14.20
Kamis, 10 Juni 2010
SEKILAS TENTANG STANDARD AUDITING
Standard Auditing
Standar Auditing adalah sepuluh standar yang ditetapkan dan disahkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), yang terdiri dari standar umum, standar pekerjaan lapangan, dan standar pelaporan beserta interpretasinya. Standar auditing merupakan pedoman audit atas laporan keuangan historis. Standar auditing terdiri atas sepuluh standar dan dirinci dalam bentuk Pernyataan Standar Auditing (PSA). Dengan demikian PSA merupakan penjabaran lebih lanjut masing-masing standar yang tercantum di dalam standar auditing.
Di Amerika Serikat, standar auditing semacam ini disebut Generally Accepted Auditing Standards (GAAS) yang dikeluarkan oleh the American Institute of Certified Public Accountants (AICPA)
Standar Auditing adalah sepuluh standar yang ditetapkan dan disahkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI), yang terdiri dari standar umum, standar pekerjaan lapangan, dan standar pelaporan beserta interpretasinya. Standar auditing merupakan pedoman audit atas laporan keuangan historis. Standar auditing terdiri atas sepuluh standar dan dirinci dalam bentuk Pernyataan Standar Auditing (PSA). Dengan demikian PSA merupakan penjabaran lebih lanjut masing-masing standar yang tercantum di dalam standar auditing.
Di Amerika Serikat, standar auditing semacam ini disebut Generally Accepted Auditing Standards (GAAS) yang dikeluarkan oleh the American Institute of Certified Public Accountants (AICPA)
Kamis, 03 Juni 2010
KEUANGAN SEKTOR PUBLIK & KARATERISTIK PUBLIC GOOD
Berbicara tentang keuangan negara tentu tidak dari pembahasan mengenai sekotor publik dan public goods. W.F. Baber (dikutip dalam Parsons, 2008: 9) memberikan gambaran tentang sector public yang berbeda dengan sector swasta.
1.Sector public menghadapi lebih banyak problem dalam mengambil keputusan-keputusan dibandingkan dengan sector swasta.
2.Sector publik lebih kompleks dan mengemban tugas-tugas yang lebih mendua
3.Sector public memanfaatkan lebih banyak orang yang memilki motivasi yang sangat beragam
4.Sector public lebih banyak memperhatikan kompensasi atas kegagalan pasar
1.Sector public menghadapi lebih banyak problem dalam mengambil keputusan-keputusan dibandingkan dengan sector swasta.
2.Sector publik lebih kompleks dan mengemban tugas-tugas yang lebih mendua
3.Sector public memanfaatkan lebih banyak orang yang memilki motivasi yang sangat beragam
4.Sector public lebih banyak memperhatikan kompensasi atas kegagalan pasar
Writed by:
Unknown
on:
16.06
Dasar-dasar Manajemen Keuangan
PENGERTIAN DAN PENTINGNYA MANAJEMEN KEUANGAN
Keuangan merupakan salah satu bidang fungsional dalam suatu perusahaan di samping bidang-bidang fungsional lainnya, seperti pemasaran, produksi, dan sumber daya manusia. Sebagai salah satu bidang fungsional, manajemen keuangan pada dasarnya mempelajari:
1. Bagaimana suatu perusahaan memenuhi kebutuhan dananya dari berbagai alternatif sumber dana yang tersedia sehingga diperoleh suatu kombinasi pembelanjaan dengan biaya yang minimal.
2. Bagaimana perusahaan menggunakan dana yang dimilikinya dalam bentuk investasi yang dinilai menguntungkan.
Keuangan merupakan salah satu bidang fungsional dalam suatu perusahaan di samping bidang-bidang fungsional lainnya, seperti pemasaran, produksi, dan sumber daya manusia. Sebagai salah satu bidang fungsional, manajemen keuangan pada dasarnya mempelajari:
1. Bagaimana suatu perusahaan memenuhi kebutuhan dananya dari berbagai alternatif sumber dana yang tersedia sehingga diperoleh suatu kombinasi pembelanjaan dengan biaya yang minimal.
2. Bagaimana perusahaan menggunakan dana yang dimilikinya dalam bentuk investasi yang dinilai menguntungkan.
Transaksi, penyajian dan pengungkapan
TRANSAKSI PENGHIMPUNAN DANA MASYARAKAT
Produk disimpan sebagai berikut:
PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN
Produk disimpan sebagai berikut:
- Giro dinilai sebesar kewajiban bank kepada pemegang biro
- Tabungan dinilai sebesar jumlah kewajiban bank kepada pemilik tabungan
- Deposito dinilai sebesar jumlah pokok deposito yang tercantum dalam perjanjian antar pemilik bank dan pemegang deposito berjangka
- Sertifikat deposito dinilai sebesar nilai nominal dikurangi saldo bunga dibayar dimuka dan diamortisasi selama jangka waktu sertifikat deposito
PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPAN
Pengakuan dan Pengukuran Restrukturisasi Kredit - Akuntansi Perbankan
- Pengakuan pendapatan atas tagihan bunga yang dijadikan pokok kredit dalam reangka restrukturisasi dialkukan sesuai dengan PSAK 54: Restrukturisasi Utang Piutang Bermasalah
- Pengalihan kredit menjadi penyertaan diakui sebesar nilai wajar dari saham yang diterima
- Penyertaan yang berasal dari restrukturisasi kredit merupakan penyertaan sementara sehingga ndinilai dengan metode biaya tanpa memeprhatikan besarnya kepemilikan. Bila terdapat penurunan permanen tersbut. Penyertaan ini disajikan terpisah dari penyertaan lain dan tidak perlu dilakukan konsolidais laporan keuangan karena sifat penyertaannya sementara
Pengakuan dan pengukuran Kredit pada Akuntansi Perbankan
Pengakuan dan pengukuran Kredit
- Kredit diakui pada saat pencairannya sebesar pokok kredit. Kredit dalam rangka pembiayaan bersama diakui sebesar pokok kredit yang merupakan porsi tagihan bank yang bersangkutan
- Kredit yang diberikan dengan perjanjian sindikasi ataupun penerusan kredit diakui sebesar porsi kredit yang resikonya ditanggung bank
- Penyisihan kerugian kredit dibentuk sebesarr estimasi kerugian kredit yang tidak dapat ditagih sesuai dengan mata uang denominasi yang diberikan
Kamis, 27 Mei 2010
Dasar-Dasar Akuntansi
Akuntansi adalah suatu kegiatan mengidentifikasi, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi (siklus akuntansi). Sistem informasi dalam akuntansi berguna untuk memberikan laporan kepada berbagai pemakai atau pengambil keputusan mengenai aktivitas bisnis suatu kesatuan ekonomi.
Langganan:
Postingan (Atom)

