------------------------------------------------- tracking code - googleanalitic ------------------------------------------

Kamis, 03 Juni 2010

Dasar-dasar Manajemen Keuangan

PENGERTIAN DAN PENTINGNYA MANAJEMEN KEUANGAN

Keuangan merupakan salah satu bidang fungsional dalam suatu perusahaan di samping bidang-bidang fungsional lainnya, seperti pemasaran, produksi, dan sumber daya manusia. Sebagai salah satu bidang fungsional, manajemen keuangan pada dasarnya mempelajari:
1. Bagaimana suatu perusahaan memenuhi kebutuhan dananya dari berbagai alternatif sumber dana yang tersedia sehingga diperoleh suatu kombinasi pembelanjaan dengan biaya yang minimal.
2. Bagaimana perusahaan menggunakan dana yang dimilikinya dalam bentuk investasi yang dinilai menguntungkan.

Pengetahuan tentang manajemen keuangan dewasa ini tidak hanya penting bagi pihak-pihak yang secara langsung terlibat dalam pengelolaan keuangan suatu perusahaan, tetapi juga penting bagi pihak-pihak lain yang tugas atau kegiatannya secara tidak langsung berkaitan dengan masalah keuangan, seperti pemasaran, produksi dan sumber daya manusia. Hal ini penting mengingat tugas-tugas dan kegiatan yang dilaksanakan di bidang-bidang tersebut mempunyai implikasi terhadap bidang keuangan, baik berupa dukungan dana maupun sebagai penghasil dana.

Di samping itu masalah keuangan yang dihadapi oleh perusahaan dewasa ini cenderung semakin kompleks karena terjadinya berbagai perubahan baik di lingkungan dalam perusahaan maupun lingkungan di luar perusahaan.

TANGGUNG JAWAB MANAJER KEUANGAN

Sejumlah bidang keputusan kunci yang bersifat strategis bagi perusahaan, diantaranya meliputi:
1. Pemilihan produk dan pasar perusahaan.
2. Strategi untuk penelitian, investasi, produksi dan pemasaran.
3. Pemilihan, pelatihan, pengorganisasian, dan memotivasi eksekutif dan karyawan lainnya.
4. Memperoleh dana dengan biaya yang seefisien mungkin.
5. Melakukan penyesuaian terhadap keputusan-keputusan tersebut dengan perubahan lingkungan.

Manajer keuangan terlibat dan berinteraksi dengan keputusan-keputusan tersebut. Adapun tugas pokok manajer keuangan berkaitan dengan keputusan-keputusan tersebut adalah:
1. Menganalisis aspek finansial dari semua keputusan.
2. Menentukan jumlah investasi yang diperlukan untuk mencapai penjualan yang diharapkan.
3. Menentukan bagaimana memperoleh dana yang diperlukan guna membelanjai investasi yang direncanakan.
4. Menganalisis laporan keuangan (neraca, laporan rugi laba) perusahaan.

FUNGSI KEUANGAN
Secara spesifik fungsi keuangan di antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain sangat bervariasi. Namun demikian para pakar di bidang keuangan sepakat bahwa ada tiga fungsi keuangan yang pokok, yaitu berkaitan dengan :
1. Keputusan Investasi, berkaitan dengan proses pemilihan satu atau lebih alternatif yang dinilai menguntungkan dari sejumlah alternatif investasi yang tersedia bagi perusahaan. Hasil dari keputusan investasi yang diambil oleh perusahaan tampak di neraca sebelah debet, yaitu berupa aktiva lancar dan aktiva tetap.
2. Keputusan Pembelanjaan, berkaitan dengan proses pemilihan sumber dana yang dipakai untuk membelanjai investasi yang direncanakan dari berbagai alternatif sumber dana yang tersedia, sehingga diperoleh suatu kombinasi pembelanjaan yang paling efisien. Hasil dari keputusan pembelanjaan tampak pada neraca sebelah kredit, yaitu berupa utang lancar, utang jangka panjang dan modal.
3. Keputusan Dividen, berkaitan dengan penentuan berapa besar bagian laba setelah pajak yang diperoleh perusahaan akan dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham. Hasil dari keputusan dividen dapat dilihat pada laporan rugi laba, yaitu pada laba setelah pajak dan neraca di sebelah kredit yaitu pada pos laba ditahan. Keputusan dividen ini sering dianggap sebagai bagian dari keputusan pembelanjaan, karena besar kecilnya dividen yang dibagikan akan mempengaruhi sumber dana intern yang tersedia bagi perusahaan yang bersangkutan.

TUJUAN PERUSAHAAN
Untuk memahami manajemen keuangan dan implementasinya di suatu perusahaan, adalah penting untuk memahami apa sesungguhnya yang menjadi tujuan perusahaan. Banyak pihak berpendapat bahwa tujuan suatu perusahaan adalah untuk memaksimumkan laba. Namun demikian memaksimumkan laba dinilai kurang tepat sebagai pedoman dalam pengambilan keputusan di bidang keuangan. Hal ini karena:
1. Memaksimumkan laba tidak memperhatikan dimensi waktu.
2. Terminologi laba mempunyai pengertian ganda, disebabkan terdapat banyak pengertian laba (laba kotor, laba operasi, laba bersih dan sebagainya).
3. Memaksimumkan laba tidak memperhatikan faktor risiko.
4. Memaksimumkan laba tidak memperhatikan tanggung jawab sosial.

Mengingat tujuan memaksimumkan laba dinilai kurang tepat sebagai dasar pengambilan keputusan di bidang keuangan, para pakar di bidang keuangan merumuskan tujuan normatif suatu perusahaan adalah:

untuk memaksimumkan nilai perusahaan atau kekayaan bagi pemegang saham, yang dalam jangka pendek bagi perusahaan yang sudah go public tercermin pada harga pasar saham perusahaan yang bersangkutan di Pasar Modal.

Memaksimumkan nilai perusahaan dinilai lebih tepat sebagai tujuan perusahaan karena:
1. Memaksimumkan nilai perusahaan berarti memaksimumkan nilai sekarang dari semua keuntungan yang akan diterima oleh pemegang saham di masa yang akan datang.
2. Mempertimbangkan faktor risiko.
3. Memaksimumkan nilai perusahaan lebih menekankan pada arus kas daripada sekedar laba menurut pengertian akuntansi.
4. Memaksimumkan nilai perusahaan tidak mengabaikan tanggung jawab sosial.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan meninggalkan komentar anda sebagai tanda mata bagi kami.
mohon dengan sangat untuk tidak meninggalkan komentar yang berbau pornografi dan SARA.
eTrimakasih telah mampir di rumah kami dan telah bermurah hati, untuk memberikan komentar pada artikel-artikel kami

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails