------------------------------------------------- tracking code - googleanalitic ------------------------------------------

Minggu, 14 Agustus 2011

Kematian (Sebuah Perenungan)


Bagi kebanyakan orang kematian memang masih misteri, tapi secara fisik kematian bisa dijelaskan prosesnya satu persatu. Membayangkan ini terjadi pada diri kita akan membuat kita lebih menghargai kehidupan dan membuat kita lebih membekali diri untuk kehidupan setelah kematian.

Apa yang terjadi pada fisik kita ketika mati, dan setelah mati?

Sesaat sebelum mati, kita akan merasakan jantung berhenti berdetak, nafas tertahan n badan bergetar.
Kita merasa dingin ditelinga. Darah jadi asam dan tenggorokan berkontraksi.
0 Menit Kematian secara medis terjadi ketika otak kehabisan supply oksigen.
1 Menit Darah berubah warna dan otot kehilangan kontraksi, isi kantung kemih keluar tanpa izin.
3 Menit Sel-sel otak tewas secara masal. Saat ini otak benar-benar berhenti berpikir.
4 – 5 Menit Pupil mata membesar n berselaput. Bola mata mengkerut krn kehilangan tekanan darah.
7 – 9 Menit Penghubung ke otak mulai mati.
1 – 4 Jam Rigor Mortis (fase dimana keseluruhan otot di tubuh menjadi kaku) membuat otot kaku n rambut berdiri, kesannya rambut tetap tumbuh setelah mati.
4 – 6 Jam Rigor Mortis Terus beraksi. Darah yang berkumpul lalu mati dan warna kulit menghitam.
6 Jam Otot masih berkontraksi. Proses penghancuran, seperti efek alkohol masih berjalan.
8 Jam Suhu tubuh langsung menurun drastis.
24 – 72 Jam Isi perut membusuk oleh mikroba dan pankreas mulai mencerna dirinya sendiri.
36 – 48 Jam Rigor Mortis berhenti, tubuh anda selentur penari balerina.
3 – 5 Hari Pembusukan mengakibatkan luka skala besar, darah menetes keluar dari mulut dan hidung.
8 – 10 Hari Warna tubuh berubah dari hijau ke merah sejalan dengan membusuknya darah.
Beberapa Minggu Rambut, kuku dan gigi dengan mudahnya terlepas.
Satu Bulan Kulit Anda mulai mencair.
Satu Tahun Tidak ada lagi yang tersisa dari tubuh, kecuali tulang belulang.
Mereka yang sepanjang hidup membanggakan dirinya yang cantik, gagah, ganteng, kaya dan berkuasa,
sekarang hanyalah tumpukan tulang-belulang yang berantakan.
Selanjutnya tulang akan hancur tinggal menunggu waktu. Tak ada sisa.

Tidak ada lagi yang tersisa kecuali amal kebaikan.
Seberapa mata, lisan, tangan dan kaki  digunakan untuk kebaikan?Seberapa ilmu bermanfaat sudah diwariskan?
Sudahkan satu buku sebelum mati terwujud?
Atau nama kita, tanggal lahir dan tanggal kematian saja yang tercatat di nisan?
Hanya itukah sejarah kita?
Seberapa harta kita diamalkan?
Hanya warisan amal dan ilmu yang akan menyelamatkan kita.
Seberapa kita siap menghadapinya?

****

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan meninggalkan komentar anda sebagai tanda mata bagi kami.
mohon dengan sangat untuk tidak meninggalkan komentar yang berbau pornografi dan SARA.
eTrimakasih telah mampir di rumah kami dan telah bermurah hati, untuk memberikan komentar pada artikel-artikel kami

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails