------------------------------------------------- tracking code - googleanalitic ------------------------------------------
Tampilkan postingan dengan label AKTA IV. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AKTA IV. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Mei 2011

Tugas Akta IV Lokal B

Berikut merupakan daftar nilai siswa pada ulangan harian kemarin dengan menggunakan soal uraian


Nama
Soal  1
Soal 2
Soal 3
Soal 4
Soal 5
Ani
25
15
25
25
30
Ana
20
15
30
15
35
Atik
15
10
20
20
30
Tika
20
15
20
35
25
Tari
15
20
25
30
20
Tasya
15
15
25
30
40
Sari
20
10
30
25
30
Risa
25
20
20
15
25
Susi
20
15
15
10
15
shinta
15
10
30
20
30
Bobot maks
25
20
30
35
40

berdasarkan data diatas tentukan:
  1. nilai masing-masing siswa, jika menggunakan PAP (PEnilaian Acuan Patokan)
  2. nilai masing-masing siswa, jika menggunakan PAP dengan standard lima
  3. nilai masing-masing siswa, jika menggunakan PANdengan standard sebelas

kumpulkan datas meja pada saat jam selesai
trimakasih

Selasa, 30 November 2010

Konsep Visi Sekolah

Penerapan konsep manajemen strategis di sekolah menuntut setiap sekolah untuk dapat menetapkan dan mewujudkan visi yang hendak dicapai dari sekolah tersebut secara eksplisit. Namun, sayangnya upaya perumusan visi yang terjadi di sekolah-sekolah kita saat ini terkesan masih latah (stereotype) dan sekedar pengulangan dari nilai dan prioritas nasional. Dari beberapa sekolah yang pernah penulis amati, pada umumnya perumusan visi sekolah cenderung menggunakan rumusan dua kata yang hampir sama yaitu “prestasi” dan “iman-taqwa”, Memang bukahlah hal yang keliru jika sekolah hendak mengusung visi sekolah dengan merujuk pada kedua nilai tersebut. Tetapi jika perumusannya menjadi seragam, kurang spesifik serta kurang inspirasional mungkin masih patut untuk dipertanyakan kembali.

Boleh jadi, hal ini mengindikasikan adanya kesulitan tersendiri dari sekolah (pemimpin dan warga sekolah sekolah yang bersangkutan) untuk merumuskan visi yang paling tepat bagi sekolahnya, baik kesulitan yang terkait tentang pengertian dasar dari visi itu sendiri maupun kesulitan dalam mengidentifikasi dan merefleksi nilai-nilai utama yang hendak dikembangkan di sekolah.

Dalam perspektif manajemen, visi sekolah memiliki arti penting terutama berkaitan dengan keberlanjutan (sustainability) organisasi sekolah itu sendiri, Tanpa visi, organisasi dan orang-orang di dalamnya tidak mempunyai arahan yang jelas, tidak mempunyai cara yang tepat dalam melangkah ke masa depan dan tidak memiliki komitmen (Foreman, 1998).

Visi, MIsi dan Tujuan Sekolah

A. VISI

Visi mencerminkan cita-cita sekolah yang berorientasi kedepan dengan memperhatikan potensi kekinian yang sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dan menjadi harapan masyarakat .
Penentuan visi sekolah harus memenuhi beberap kriteria atau rambu-rambu yaitu :
1. Berorientasi ke masa depan, dalam arti memiliki wawasan kedepan agar sekolah sebagai lembaga pembaharu harus selalu menawarkan inovasi-inovasi yang dapat menjadi pecerah masyarakat dan lingkungannya.
2. Dikembangkan bersama oleh seluruh warga sekolah. Dalam penentuan visi sekolah seyogyanya mengakomodasi seluruh aspirasi dari segenapkomponen pendidikan, agar visi tersebut betul-betul merupakan cita-cita bersama sehingga perwujudtannya menjadi tanggung jawab bersama pula.

Jumat, 13 Agustus 2010

NILAI AKHIR AKTA IV LOKAL B


NILAI AKHIR AKTA IV

PROFESI PENDIDIKAN

LOKAL B

Berikut ini saya sampaikan nilai akhir akta IV angkatan 17 Lokal B pada mata kuliah Profesi Pendidikan. Semoga saudara puas dengan nilai yang diperoleh, dan semoga dengan nilai ini dapat memberikan motivasi kepada saudara untuk menjadi lebih baik lagi. Trimakasih!

Minggu, 08 Agustus 2010

Nilai Akta Lokal C


NILAI AKHIR AKTA IV
KEMAMPUAN DASAR MENGAJAR
LOKAL C
Berikut ini saya sampaikan nilai akhir akta IV angkatan 17 Lokal C pada mata kuliah Kemampuan dasar Mengajar (KDM). Bagi yang nilainya belum keluar atau masih kosong harap segera mmengumpulkan tugas akhir mata kuliah tersebut. Bagi yang merasa sudah mengumpulkan tetapi nilai belum keluar, harap segera menghubungi dosen terkait. Trimakasih!

Sabtu, 22 Mei 2010

Soal Ujian Mid Semester Profesi Pendidikan Akta IV

Guru dan Makna Profesionalisme

Oleh Erick Hilaluddin
Guru SD Hikmah Teladan, Cimindi, Cimahi
 
Oemar Bakri... Oemar Bakri... pegawai negeri Oemar Bakri... Oemar Bakri... 40 tahun mengabdi Jadi guru jujur berbakti memang makan hati Oemar Bakri... Oemar Bakri... banyak ciptakan menteri Oemar Bakri... profesor dokter insinyur pun jadi Tapi mengapa gaji guru Oemar Bakri seperti dikebiri
 
Itulah sepenggal lirik lagu "Oemar Bakri" yang dinyanyikan dan dipopulerkan oleh musisi legendaris Iwan Fals pada tahun 1980-an. Lagu tersebut bercerita tentang seorang guru tua nan miskin bernama Oemar Bakri

Senin, 03 Mei 2010

Bimbingan Konseling dalam Profesi Pendidikan

Bimbingan dan konseling merupakan salah satu komponen dlm keseluruhan sistem pendidikan khususnya di sekolah; guru sebagai salah satu pendukung unsur pelaksana pendidikan yang mempunyai tanggung jawab

Sikap Seorang Guru

seorang guru merupakan seseorang yang mengabdikan diri sepenuhnya untuk mendidik dan mengajar dalam upaya mencerdaskan generasi selanjutnya. seorang guru bukanlah seseorang yang mengajar hanya untuk mengisi waktu luang atau terpaksa mengajar karena tidak diterima untuk bekerja di tempat lain.
Jadi:

profesi pendidikan

profesionalisme menekankan pada penguasaan materi dan ilmu pengetahuan atau kemampuan manajemen serta strategi dalam penerapannya. Begitu pula dalam dunia pendidikan. Profesi pendidikan merupakan

Senin, 15 Maret 2010

DAFTAR NILAI AKTA IV Angkatan XVII


NILAI LANDASAN PENDIDIKAN
Program Akta IV Angkatan XVII  Lokal: B dan A
untuk melihat nilai lengkap mata kuliah landasan pendidikan seluruh mahasiswa akta baik lokal A maupun B silahkan klik Link dibawah ini.

Sabtu, 20 Februari 2010

Soal UAS Akta IV angkatan 17



6 MASALAH BESAR PENDIDIKAN DI INDONESIA
Menikmati pendidikan belasan tahun di Indonesia membuat saya miris. Penilaian berorientasi hasil, bukan proses. Pembinaan mengabaikan EQ dan SQ. Isinya hafalan, cara cepat membabat soal, dan "ilmu" yang ketika diingat malah makin membuat lupa tanpa penekanan soal pemikiran kritis dan pembentukan sikap mental positif. Trilogi dasar aspek pendidikan kognitif-psikomotor -afektif bahkan sengaja diabaikan.

UAN yang setahun lalu telah lewat dan akan di mulai lagi tahun ini. Sesuai PP 19/2005, UAN adalah indikator kelulusan. Namun banyak yang menilai UAN tak bermanfaat karena hanya mengkondisikan penyelewengan  demi anak didik dan sekolah terangkat citranya. Guru, kepala sekolah, dan bahkan pejabat daerah terlibat jadi tim sukses. Passing grade ditetapkan, tapi sarana, prasarana, dan sumberdaya belum terkondisikan. Begitu hasil jeblok, segala cara agar murid lulus, bukan dengan introspeksi. We want to look good, but didn't want to be really good.
Sebagian menyayangkan jerih payah tiga tahun hanya ditentukan dalam tiga hari. Banyak murid cerdas diterima SPMB Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru, tapi gagal dalam UAN. Murid cerdas justru terbebani mentalnya. Apalagi, andaikata tak lulus, mereka musti mengulang Paket C yang prestisenya kalah jauh. Dorongan belajar pada akhirnya justru sulit dibangkitkan dan hasil maksimal mustahil diperoleh.

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails